Akses Cepat

Berita Terbaru

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Lakukan Kunjungan Kerja ke BPBD Belitung Timur
21 Dec 2025

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Lakukan Kunjungan Kerja ke BPBD Belitung Timur

MANGGAR (18/12/2025) – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.STP., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke BPBD Kabupaten Belitung Timur pada Kamis, 18 Desember 2025, pukul 14.00 WIB. Kunjungan kerja ini merupakan bentuk komitmen dan tindak lanjut atas hasil Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana bersama BPBD Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dilaksanakan pada 25 November 2025. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan BPBD Kabupaten Belitung Timur dalam rangka peningkatan kesiapsiagaan dan efektivitas penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah. Sejumlah isu strategis dibahas dalam pertemuan ini, antara lain penguatan sumber daya manusia, kesiapan operasional, serta dukungan teknis kebencanaan. Dalam kesempatan tersebut, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mendorong penguatan kelembagaan BPBD kabupaten/kota melalui peningkatan jenjang struktur organisasi menjadi eselon II. Penguatan kelembagaan ini dinilai penting untuk mempermudah koordinasi lintas sektor, mengingat peran strategis BPBD sebagai komando utama penanganan bencana di tingkat daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Selain agenda koordinasi, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan arahan dan motivasi kepada personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Belitung Timur. Dalam arahannya, Budi Utama menekankan pentingnya nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kebencanaan. “Personel TRC harus terus menumbuhkan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial, sehingga selalu hadir dan siap merespons setiap kejadian bencana yang terjadi, tanpa ragu dan tanpa menunda, sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan dua orang personel BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk ditugaskan di BPBD Kabupaten Belitung Timur. Penugasan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas kelembagaan dan operasional BPBD Kabupaten Belitung Timur dalam pelaksanaan tugas-tugas penanggulangan bencana. Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan implementasi hasil rapat koordinasi dapat berjalan secara optimal serta terwujud koordinasi yang semakin kuat antara BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten dalam rangka mewujudkan penanggulangan bencana yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.  

Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla, BPBD Belitung Timur Gelar Gladi Taktis Fin Komodo dan Simulasi Pemadaman
21 Dec 2025
Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla, BPBD Belitung Timur Gelar Gladi Taktis Fin Komodo dan Simulasi Pemadaman

MANGGAR (18/12/2025) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur melaksanakan kegiatan Gladi Kesiapsiagaan dan Simulasi Penggunaan Alat Fin Komodo dalam rangka penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA), pada Kamis, 18 Desember 2025, pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Kantor BPBD Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan gladi kesiapsiagaan ini diikuti oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Belitung Timur. Selain itu, seluruh pegawai BPBD Kabupaten Belitung Timur turut dilibatkan dalam simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan internal dalam menghadapi potensi kebakaran. Dalam simulasi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan teknis serta praktik langsung penggunaan alat Fin Komodo berupa pengoperasian pompa apung. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam melakukan pengambilan sumber air di lokasi dengan akses terbatas, seperti kolam, parit, maupun genangan air, yang sering dijumpai pada penanganan kebakaran hutan dan lahan. Peserta dilatih mulai dari pemasangan peralatan, pengoperasian pompa, hingga teknik pemadaman secara efektif dan aman. Selain penguatan di sektor lapangan, pelibatan seluruh pegawai dalam simulasi APAR bertujuan agar setiap staf, baik teknis maupun administratif, memiliki keterampilan dasar dalam penanganan dini kebakaran. Setiap pegawai mempraktikkan langsung teknik pemadaman guna memastikan standar keamanan dan keselamatan kerja (K3) tetap terjaga di lingkungan internal BPBD. Kepala BPBD Kabupaten Belitung Timur menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan personel, kecepatan respons, serta kemampuan teknis dalam menghadapi ancaman KARHUTLA. Melalui gladi kesiapsiagaan dan simulasi peralatan secara rutin, diharapkan koordinasi dan efektivitas penanggulangan bencana dapat terus ditingkatkan. BPBD Kabupaten Belitung Timur berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mitigasi dan penanggulangan bencana, guna melindungi masyarakat serta lingkungan dari risiko kebakaran hutan dan lahan.

BPBD Beltim Hadiri Rakor Kesiapsiagaan Bencana Bersama BPBD Provinsi Babel
29 Nov 2025
BPBD Beltim Hadiri Rakor Kesiapsiagaan Bencana Bersama BPBD Provinsi Babel

Pangkalpinang, 25 November 2025 — Dalam rangka meningkatkan sinergi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, BPBD Kabupaten Belitung Timur mengikuti rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.STP., M.Si. pada Selasa, 25 November 2025, di Pangkalpinang. Rakor yang digelar oleh BPBD Provinsi Babel ini dihadiri oleh perwakilan semua BPBD kabupaten/kota, termasuk Beltim. Acara dibuka oleh pejabat dari Provinsi Babel dan dipandu langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Babel. Dalam rakor dibahas sejumlah poin strategis untuk peningkatan kapabilitas penanggulangan bencana di 2026, antara lain: Pelaksanaan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di seluruh kabupaten/kota serta sejumlah lokasi geosite di Belitung. Penguatan kerja sama lintas sektor, termasuk pelibatan mitra seperti TNI dan Polri dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. Instruksi agar penggunaan Dana Belanja Tak Terduga (BTT) sesuai regulasi daerah masing-masing, memperkuat akuntabilitas anggaran. Pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial agar layanan informasi kebencanaan lebih cepat dan efektif kepada masyarakat. Perwakilan BPBD Beltim menyambut baik kesempatan koordinasi ini. Kehadiran dalam rakor menunjukkan komitmen Beltim untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana, sekaligus memastikan bahwa anggaran dan sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara optimal demi keselamatan masyarakat. “Kami dari BPBD Beltim siap bersinergi dan menjalankan arahan bersama agar upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bisa berjalan maksimal,” ujar Robbi Yanuar, S.E, Kepala Pelaksana BPBD Belitung Timur, Melalui rakor ini, diharapkan koordinasi provinsi–kabupaten/kota semakin erat, dan mekanisme penanggulangan bencana di Beltim dapat lebih cepat, tepat, dan terpadu. BPBD Beltim berharap seluruh stake-holder dan masyarakat turut mendukung langkah-langkah mitigasi yang telah disepakati.

BPBD Belitung Timur Laksanakan Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) 2025–2030
29 Nov 2025
BPBD Belitung Timur Laksanakan Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) 2025–2030

MANGGAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) secara resmi melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Inventarisasi Data sebagai tahap awal penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) periode 2025–2030. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 21 November 2025, bertempat di Café Vega Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan dihadiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, akademisi, serta instansi teknis terkait. Penyusunan dokumen strategis ini mengacu pada hasil Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2024, yang menempatkan Kabupaten Belitung Timur pada kategori risiko bencana tinggi dengan skor 152,06. Nilai tersebut berada di atas rata-rata indeks risiko bencana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang tercatat lebih rendah daripada Belitung Timur, sehingga menunjukkan bahwa Beltim merupakan salah satu wilayah dengan tingkat risiko tertinggi di provinsi tersebut. Kondisi ini menegaskan urgensi penguatan mitigasi secara terencana, terukur, dan sistematis. Kepala Pelaksana BPBD Belitung Timur, Robbi Yanuar, dalam sambutannya mewakili Sekretaris Daerah, menegaskan bahwa dokumen KRB merupakan persyaratan mutlak bagi pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan penanggulangan bencana berjalan tepat sasaran dan berbasis data. “KRB harus menjadi pedoman utama dalam merumuskan Rencana Induk Penanggulangan Bencana lima tahunan. Tingginya indeks risiko menuntut kita untuk memiliki data yang akurat dan terbarukan. Karena itu, KRB wajib diintegrasikan ke dalam dokumen pembangunan daerah, termasuk RPJMD,” ujar Robbi. Ia menambahkan bahwa sinergi antara data spasial dan nonspasial dari seluruh OPD sangat penting demi menghasilkan KRB yang valid, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dokumen KRB yang komprehensif diharapkan mampu mengarahkan kebijakan mitigasi sehingga mampu meminimalkan potensi kerugian dan korban jiwa. Ketua Tim Penyusunan KRB, Agung Setyanto, dari Universitas Gadjah Mada (UGM), memaparkan bahwa penyusunan KRB merupakan instrumen vital dalam mengidentifikasi dan memetakan tingkat ancaman, kerentanan, serta kapasitas wilayah hingga ke tingkat desa. Beberapa ancaman dengan risiko dominan di Kabupaten Belitung Timur meliputi: Banjir dan banjir rob Dampak gelombang tinggi dan abrasi pantai Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Cuaca ekstrem Tanah longsor dan kekeringan (berdasarkan temuan lapangan dan IRBI) Agung menegaskan bahwa hasil KRB tidak hanya digunakan sebagai dasar penanggulangan bencana, tetapi juga menjadi informasi krusial dalam penyusunan kebijakan tata ruang dan perencanaan investasi daerah. “KRB sangat esensial. Data ini akan memandu Pemerintah Daerah dalam menentukan kawasan yang rentan terhadap bencana sehingga dapat diakomodasi dalam perencanaan tata ruang. Tujuannya menghindari investasi maupun pembangunan yang dapat meningkatkan risiko bencana,” jelasnya. Dalam sesi diskusi, sejumlah perwakilan desa turut menyampaikan kondisi faktual terkait kejadian bencana di wilayah masing-masing. Kepala Desa Nyuruk, Husnul Khalik, menjelaskan bahwa banjir rob dan angin kencang merupakan ancaman yang hampir setiap tahun dirasakan oleh masyarakat pesisir. “Semoga melalui kajian ini, langkah antisipatif pemerintah dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya. Penyusunan KRB 2025–2030 ini menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dalam mengedepankan pembangunan yang tangguh, adaptif, dan berketahanan terhadap potensi risiko bencana. BPBD Beltim menargetkan dokumen ini dapat diselesaikan tepat waktu dan menjadi dasar perencanaan menyeluruh untuk memperkuat kesiapsiagaan serta mitigasi lima tahun ke depan.

Banjir Rob Landa Kawasan Minapolitan Manggar, BPBD Belitung Timur Imbau Warga Tetap Waspada
12 Nov 2025
Banjir Rob Landa Kawasan Minapolitan Manggar, BPBD Belitung Timur Imbau Warga Tetap Waspada

Manggar, 10 November 2025 - Kawasan minapolitan di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur kembali dilanda banjir rob pada Senin (10/11/2025). Fenomena pasang laut tinggi yang terjadi sejak siang hari menyebabkan genangan air di sejumlah titik pemukiman warga, terutama di Desa Kurnia Jaya dan sekitarnya. Air dengan ketinggian mencapai sekitar 60 sentimeter merendam rumah-rumah penduduk serta jalan lingkungan di kawasan pesisir tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur, terdapat empat titik utama yang terdampak. Di Jalan Sulawesi, Dusun Arab I, sebanyak 17 rumah dengan 26 kepala keluarga mengalami genangan. Di belakang SD Negeri 15 Manggar, Dusun Kurnia, terdapat 10 rumah dengan 10 kepala keluarga terdampak. Sementara di kawasan minapolitan sendiri, sebanyak 18 kepala keluarga terdampak, dan di Dusun Assalam terdapat 7 kepala keluarga yang rumahnya terendam air pasang. Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung Timur menjelaskan bahwa tim reaksi cepat (TRC) telah dikerahkan sejak pagi hari untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan, pendataan rumah terdampak, serta memberikan imbauan kepada warga di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi rob susulan. Menurutnya, banjir rob kali ini merupakan kombinasi antara tingginya pasang air laut dan curah hujan yang cukup intens dalam beberapa hari terakhir. “Banjir rob ini terjadi akibat pasang laut tinggi yang bertepatan dengan kondisi cuaca hujan. Kami mengimbau masyarakat di wilayah pesisir agar tetap waspada, terutama pada saat air mulai naik di siang hingga sore hari. Tim BPBD terus bersiaga dan memantau kondisi di lapangan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Beltim. Sejumlah warga di kawasan minapolitan menyebutkan bahwa kejadian ini bukan hal baru. Mereka sudah terbiasa menghadapi genangan setiap tahun saat musim pasang tinggi tiba. Namun demikian, warga berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan solusi yang lebih permanen untuk mengatasi masalah ini, seperti pembangunan tanggul pantai dan perbaikan drainase lingkungan. “Sudah biasa setiap tahun air masuk, tapi kalau pas hujan deras bersamaan, air cepat naik dan lama surutnya. Kami harap ada tanggul atau perbaikan saluran air,” ungkap seorang warga Dusun Kurnia Jaya. BPBD Belitung Timur mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir agar selalu siaga terhadap perubahan kondisi cuaca dan pasang air laut. Warga diminta untuk mengamankan barang-barang berharga ke tempat lebih tinggi, menghindari aktivitas di tepi pantai saat kondisi pasang maksimum, serta segera melaporkan jika terjadi kenaikan air secara tiba-tiba kepada perangkat desa atau posko BPBD setempat. Selain langkah darurat, BPBD juga berencana memperkuat upaya mitigasi jangka panjang, termasuk peninggian tanggul pantai, pemasangan sistem pompa air, serta revitalisasi drainase di kawasan minapolitan. Fenomena banjir rob di wilayah pesisir Manggar menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih sangat rentan terhadap dampak pasang tinggi dan perubahan iklim. Oleh karena itu, BPBD Belitung Timur bersama pemerintah desa dan masyarakat terus berupaya memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana serupa. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berperan aktif dalam menjaga kebersihan saluran air serta mendukung program mitigasi bencana yang dilaksanakan secara berkelanjutan.