Jembatan Aik Berangan Penghubung Manggar–Tanjungpandan Roboh Akibat Hujan Lebat
22 Sep 2025

Jembatan Aik Berangan Penghubung Manggar–Tanjungpandan Roboh Akibat Hujan Lebat

Manggar, 17 September 2025 — Sebuah jembatan vital yang menghubungkan Kecamatan Manggar dan Tanjungpandan, yakni Jembatan Aik Berangan yang terletak di Jalan H.AS Hanandjoeddin, Dusun Air Ruak, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang, roboh pada Rabu (17/9) akibat hujan lebat yang melanda wilayah Belitung Timur.   Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak siang hari. Derasnya aliran air menyebabkan pondasi jembatan terkikis hingga akhirnya struktur tidak mampu menahan beban dan roboh. Cuaca ekstrem yang terjadi telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam Surat Peringatan Dini Nomor e.T/ME.02.04/008/KB/IX/2025 tertanggal 11 September 2025, Deputi Bidang Meteorologi BMKG menyebutkan bahwa wilayah Kepulauan Bangka Belitung termasuk dalam daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada periode 15–18 September 2025.       Setelah menerima laporan melalui media sosial pada pukul 15.50 WIB, BPBD Kabupaten Belitung Timur segera menurunkan tim ke lokasi kejadian bersama unsur Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR. Langkah cepat diambil dengan melakukan: Pemasangan ramp door atau jembatan darurat sebagai akses sementara bagi kendaraan dan warga. Pemasangan ramdoor sepanjang 10 meter ini selesai pada tanggal 18 September 2025. hanya kendaraan dengan bobot maksimal 3 ton yang diizinkan melintas. Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan mencegah kerusakan pada ramdoor. Rekayasa lalu lintas melalui jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan. Pemetaan wilayah rawan serta pengecekan struktur jembatan lain di sekitar lokasi.     Robohnya Jembatan Aik Berangan menyebabkan lumpuhnya akses transportasi antara Manggar dan Tanjungpandan. Jalur ini merupakan salah satu poros utama mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta akses menuju layanan kesehatan dan pendidikan. Meski belum ada pernyataan resmi mengenai total kerugian materi, namun kerusakan mencakup sekitar 6 meter struktur jembatan yang amblas dan terputus total. Beberapa kendaraan sempat tertahan karena tidak dapat melintas, dan warga harus mencari jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama. Menurut Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Susan Novelia, solusi permanen berupa pembangunan ulang jembatan akan dilakukan tahun depan. “Penanganan darurat pemasangan ramp door sudah dilakukan agar warga bisa kembali melintas sementara. Pembangunan jembatan permanen akan dimulai tahun 2026 setelah semua kajian teknis dan anggaran selesai,” ujar Susan. Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam percepatan penanganan. “Kami menyadari dampak besar dari robohnya jembatan ini terhadap masyarakat. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan BPJN, BPBD, dan Dinas PUPR agar proses perbaikan darurat dan permanen berjalan cepat dan aman,” ungkap Bupati. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan, terutama mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut. Pemerintah terus berupaya memberikan solusi cepat agar dampak kerusakan tidak meluas dan aktivitas masyarakat bisa segera pulih.