BPBD Belitung Timur Dukung Peningkatan Kapasitas Bhabinkamtibmas sebagai Penolong Masyarakat
10 Feb 2026

BPBD Belitung Timur Dukung Peningkatan Kapasitas Bhabinkamtibmas sebagai Penolong Masyarakat

Manggar, 9 Februari 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur terus berkomitmen dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana dan kondisi darurat. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan BPBD sebagai narasumber dalam kegiatan “Pelatihan Bhabinkamtibmas sebagai Penolong Masyarakat” yang diselenggarakan di Joglo Patriatama Polres Belitung Timur. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Kepolisian dari Kesatuan Bhabinkamtibmas Polres Belitung Timur. Pelatihan bertujuan membekali para Bhabinkamtibmas dengan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat pada situasi darurat, seperti kebakaran, kecelakaan air, serta insiden yang melibatkan hewan berbahaya. Dalam pelatihan tersebut, BPBD menyampaikan tiga materi utama, yaitu: Tindakan Pertama Memadamkan Kebakaran dan Menolong Korban Kebakaran, meliputi pemahaman dasar kebakaran, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta simulasi pemadaman dan evakuasi korban. Tindakan Pertama Menolong Korban Tenggelam, yang menekankan prinsip keselamatan penolong, teknik pertolongan di air, dan evakuasi korban secara aman. Tindakan Pertama Evakuasi Hewan Liar/Buas serta Penanganan Korban Gigitan Ular Berbisa dan Anjing, termasuk teknik evakuasi ular, pengamanan anjing agresif, serta penanganan awal pada korban terdampak.   Antusiasme peserta terlihat tinggi selama sesi materi dan simulasi. Para Bhabinkamtibmas aktif mengikuti praktik penggunaan APAR, teknik evakuasi korban tenggelam, serta simulasi penanganan ular dan korban gigitan. Diharapkan, melalui pelatihan ini, personel Bhabinkamtibmas semakin siap menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan penolong masyarakat di wilayah binaannya. BPBD Kabupaten Belitung Timur akan terus mendorong pelaksanaan kegiatan serupa secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana dan keadaan darurat di daerah.  

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Lakukan Kunjungan Kerja ke BPBD Belitung Timur
21 Dec 2025

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Lakukan Kunjungan Kerja ke BPBD Belitung Timur

MANGGAR (18/12/2025) – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.STP., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke BPBD Kabupaten Belitung Timur pada Kamis, 18 Desember 2025, pukul 14.00 WIB. Kunjungan kerja ini merupakan bentuk komitmen dan tindak lanjut atas hasil Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana bersama BPBD Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dilaksanakan pada 25 November 2025. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan BPBD Kabupaten Belitung Timur dalam rangka peningkatan kesiapsiagaan dan efektivitas penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah. Sejumlah isu strategis dibahas dalam pertemuan ini, antara lain penguatan sumber daya manusia, kesiapan operasional, serta dukungan teknis kebencanaan. Dalam kesempatan tersebut, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mendorong penguatan kelembagaan BPBD kabupaten/kota melalui peningkatan jenjang struktur organisasi menjadi eselon II. Penguatan kelembagaan ini dinilai penting untuk mempermudah koordinasi lintas sektor, mengingat peran strategis BPBD sebagai komando utama penanganan bencana di tingkat daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Selain agenda koordinasi, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan arahan dan motivasi kepada personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Belitung Timur. Dalam arahannya, Budi Utama menekankan pentingnya nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kebencanaan. “Personel TRC harus terus menumbuhkan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial, sehingga selalu hadir dan siap merespons setiap kejadian bencana yang terjadi, tanpa ragu dan tanpa menunda, sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan dua orang personel BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk ditugaskan di BPBD Kabupaten Belitung Timur. Penugasan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas kelembagaan dan operasional BPBD Kabupaten Belitung Timur dalam pelaksanaan tugas-tugas penanggulangan bencana. Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan implementasi hasil rapat koordinasi dapat berjalan secara optimal serta terwujud koordinasi yang semakin kuat antara BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten dalam rangka mewujudkan penanggulangan bencana yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.  

Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla, BPBD Belitung Timur Gelar Gladi Taktis Fin Komodo dan Simulasi Pemadaman
21 Dec 2025

Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla, BPBD Belitung Timur Gelar Gladi Taktis Fin Komodo dan Simulasi Pemadaman

MANGGAR (18/12/2025) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur melaksanakan kegiatan Gladi Kesiapsiagaan dan Simulasi Penggunaan Alat Fin Komodo dalam rangka penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA), pada Kamis, 18 Desember 2025, pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Kantor BPBD Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan gladi kesiapsiagaan ini diikuti oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Belitung Timur. Selain itu, seluruh pegawai BPBD Kabupaten Belitung Timur turut dilibatkan dalam simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan internal dalam menghadapi potensi kebakaran. Dalam simulasi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan teknis serta praktik langsung penggunaan alat Fin Komodo berupa pengoperasian pompa apung. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam melakukan pengambilan sumber air di lokasi dengan akses terbatas, seperti kolam, parit, maupun genangan air, yang sering dijumpai pada penanganan kebakaran hutan dan lahan. Peserta dilatih mulai dari pemasangan peralatan, pengoperasian pompa, hingga teknik pemadaman secara efektif dan aman. Selain penguatan di sektor lapangan, pelibatan seluruh pegawai dalam simulasi APAR bertujuan agar setiap staf, baik teknis maupun administratif, memiliki keterampilan dasar dalam penanganan dini kebakaran. Setiap pegawai mempraktikkan langsung teknik pemadaman guna memastikan standar keamanan dan keselamatan kerja (K3) tetap terjaga di lingkungan internal BPBD. Kepala BPBD Kabupaten Belitung Timur menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan personel, kecepatan respons, serta kemampuan teknis dalam menghadapi ancaman KARHUTLA. Melalui gladi kesiapsiagaan dan simulasi peralatan secara rutin, diharapkan koordinasi dan efektivitas penanggulangan bencana dapat terus ditingkatkan. BPBD Kabupaten Belitung Timur berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mitigasi dan penanggulangan bencana, guna melindungi masyarakat serta lingkungan dari risiko kebakaran hutan dan lahan.

BPBD Beltim Hadiri Rakor Kesiapsiagaan Bencana Bersama BPBD Provinsi Babel
29 Nov 2025

BPBD Beltim Hadiri Rakor Kesiapsiagaan Bencana Bersama BPBD Provinsi Babel

Pangkalpinang, 25 November 2025 — Dalam rangka meningkatkan sinergi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, BPBD Kabupaten Belitung Timur mengikuti rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.STP., M.Si. pada Selasa, 25 November 2025, di Pangkalpinang. Rakor yang digelar oleh BPBD Provinsi Babel ini dihadiri oleh perwakilan semua BPBD kabupaten/kota, termasuk Beltim. Acara dibuka oleh pejabat dari Provinsi Babel dan dipandu langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Babel. Dalam rakor dibahas sejumlah poin strategis untuk peningkatan kapabilitas penanggulangan bencana di 2026, antara lain: Pelaksanaan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di seluruh kabupaten/kota serta sejumlah lokasi geosite di Belitung. Penguatan kerja sama lintas sektor, termasuk pelibatan mitra seperti TNI dan Polri dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. Instruksi agar penggunaan Dana Belanja Tak Terduga (BTT) sesuai regulasi daerah masing-masing, memperkuat akuntabilitas anggaran. Pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial agar layanan informasi kebencanaan lebih cepat dan efektif kepada masyarakat. Perwakilan BPBD Beltim menyambut baik kesempatan koordinasi ini. Kehadiran dalam rakor menunjukkan komitmen Beltim untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana, sekaligus memastikan bahwa anggaran dan sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara optimal demi keselamatan masyarakat. “Kami dari BPBD Beltim siap bersinergi dan menjalankan arahan bersama agar upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bisa berjalan maksimal,” ujar Robbi Yanuar, S.E, Kepala Pelaksana BPBD Belitung Timur, Melalui rakor ini, diharapkan koordinasi provinsi–kabupaten/kota semakin erat, dan mekanisme penanggulangan bencana di Beltim dapat lebih cepat, tepat, dan terpadu. BPBD Beltim berharap seluruh stake-holder dan masyarakat turut mendukung langkah-langkah mitigasi yang telah disepakati.

BPBD Belitung Timur Laksanakan Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) 2025–2030
29 Nov 2025

BPBD Belitung Timur Laksanakan Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) 2025–2030

MANGGAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) secara resmi melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Inventarisasi Data sebagai tahap awal penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) periode 2025–2030. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 21 November 2025, bertempat di Café Vega Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan dihadiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, akademisi, serta instansi teknis terkait. Penyusunan dokumen strategis ini mengacu pada hasil Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2024, yang menempatkan Kabupaten Belitung Timur pada kategori risiko bencana tinggi dengan skor 152,06. Nilai tersebut berada di atas rata-rata indeks risiko bencana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang tercatat lebih rendah daripada Belitung Timur, sehingga menunjukkan bahwa Beltim merupakan salah satu wilayah dengan tingkat risiko tertinggi di provinsi tersebut. Kondisi ini menegaskan urgensi penguatan mitigasi secara terencana, terukur, dan sistematis. Kepala Pelaksana BPBD Belitung Timur, Robbi Yanuar, dalam sambutannya mewakili Sekretaris Daerah, menegaskan bahwa dokumen KRB merupakan persyaratan mutlak bagi pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan penanggulangan bencana berjalan tepat sasaran dan berbasis data. “KRB harus menjadi pedoman utama dalam merumuskan Rencana Induk Penanggulangan Bencana lima tahunan. Tingginya indeks risiko menuntut kita untuk memiliki data yang akurat dan terbarukan. Karena itu, KRB wajib diintegrasikan ke dalam dokumen pembangunan daerah, termasuk RPJMD,” ujar Robbi. Ia menambahkan bahwa sinergi antara data spasial dan nonspasial dari seluruh OPD sangat penting demi menghasilkan KRB yang valid, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dokumen KRB yang komprehensif diharapkan mampu mengarahkan kebijakan mitigasi sehingga mampu meminimalkan potensi kerugian dan korban jiwa. Ketua Tim Penyusunan KRB, Agung Setyanto, dari Universitas Gadjah Mada (UGM), memaparkan bahwa penyusunan KRB merupakan instrumen vital dalam mengidentifikasi dan memetakan tingkat ancaman, kerentanan, serta kapasitas wilayah hingga ke tingkat desa. Beberapa ancaman dengan risiko dominan di Kabupaten Belitung Timur meliputi: Banjir dan banjir rob Dampak gelombang tinggi dan abrasi pantai Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Cuaca ekstrem Tanah longsor dan kekeringan (berdasarkan temuan lapangan dan IRBI) Agung menegaskan bahwa hasil KRB tidak hanya digunakan sebagai dasar penanggulangan bencana, tetapi juga menjadi informasi krusial dalam penyusunan kebijakan tata ruang dan perencanaan investasi daerah. “KRB sangat esensial. Data ini akan memandu Pemerintah Daerah dalam menentukan kawasan yang rentan terhadap bencana sehingga dapat diakomodasi dalam perencanaan tata ruang. Tujuannya menghindari investasi maupun pembangunan yang dapat meningkatkan risiko bencana,” jelasnya. Dalam sesi diskusi, sejumlah perwakilan desa turut menyampaikan kondisi faktual terkait kejadian bencana di wilayah masing-masing. Kepala Desa Nyuruk, Husnul Khalik, menjelaskan bahwa banjir rob dan angin kencang merupakan ancaman yang hampir setiap tahun dirasakan oleh masyarakat pesisir. “Semoga melalui kajian ini, langkah antisipatif pemerintah dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya. Penyusunan KRB 2025–2030 ini menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dalam mengedepankan pembangunan yang tangguh, adaptif, dan berketahanan terhadap potensi risiko bencana. BPBD Beltim menargetkan dokumen ini dapat diselesaikan tepat waktu dan menjadi dasar perencanaan menyeluruh untuk memperkuat kesiapsiagaan serta mitigasi lima tahun ke depan.

Banjir Rob Landa Kawasan Minapolitan Manggar, BPBD Belitung Timur Imbau Warga Tetap Waspada
12 Nov 2025

Banjir Rob Landa Kawasan Minapolitan Manggar, BPBD Belitung Timur Imbau Warga Tetap Waspada

Manggar, 10 November 2025 - Kawasan minapolitan di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur kembali dilanda banjir rob pada Senin (10/11/2025). Fenomena pasang laut tinggi yang terjadi sejak siang hari menyebabkan genangan air di sejumlah titik pemukiman warga, terutama di Desa Kurnia Jaya dan sekitarnya. Air dengan ketinggian mencapai sekitar 60 sentimeter merendam rumah-rumah penduduk serta jalan lingkungan di kawasan pesisir tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur, terdapat empat titik utama yang terdampak. Di Jalan Sulawesi, Dusun Arab I, sebanyak 17 rumah dengan 26 kepala keluarga mengalami genangan. Di belakang SD Negeri 15 Manggar, Dusun Kurnia, terdapat 10 rumah dengan 10 kepala keluarga terdampak. Sementara di kawasan minapolitan sendiri, sebanyak 18 kepala keluarga terdampak, dan di Dusun Assalam terdapat 7 kepala keluarga yang rumahnya terendam air pasang. Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung Timur menjelaskan bahwa tim reaksi cepat (TRC) telah dikerahkan sejak pagi hari untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan, pendataan rumah terdampak, serta memberikan imbauan kepada warga di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi rob susulan. Menurutnya, banjir rob kali ini merupakan kombinasi antara tingginya pasang air laut dan curah hujan yang cukup intens dalam beberapa hari terakhir. “Banjir rob ini terjadi akibat pasang laut tinggi yang bertepatan dengan kondisi cuaca hujan. Kami mengimbau masyarakat di wilayah pesisir agar tetap waspada, terutama pada saat air mulai naik di siang hingga sore hari. Tim BPBD terus bersiaga dan memantau kondisi di lapangan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Beltim. Sejumlah warga di kawasan minapolitan menyebutkan bahwa kejadian ini bukan hal baru. Mereka sudah terbiasa menghadapi genangan setiap tahun saat musim pasang tinggi tiba. Namun demikian, warga berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan solusi yang lebih permanen untuk mengatasi masalah ini, seperti pembangunan tanggul pantai dan perbaikan drainase lingkungan. “Sudah biasa setiap tahun air masuk, tapi kalau pas hujan deras bersamaan, air cepat naik dan lama surutnya. Kami harap ada tanggul atau perbaikan saluran air,” ungkap seorang warga Dusun Kurnia Jaya. BPBD Belitung Timur mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir agar selalu siaga terhadap perubahan kondisi cuaca dan pasang air laut. Warga diminta untuk mengamankan barang-barang berharga ke tempat lebih tinggi, menghindari aktivitas di tepi pantai saat kondisi pasang maksimum, serta segera melaporkan jika terjadi kenaikan air secara tiba-tiba kepada perangkat desa atau posko BPBD setempat. Selain langkah darurat, BPBD juga berencana memperkuat upaya mitigasi jangka panjang, termasuk peninggian tanggul pantai, pemasangan sistem pompa air, serta revitalisasi drainase di kawasan minapolitan. Fenomena banjir rob di wilayah pesisir Manggar menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih sangat rentan terhadap dampak pasang tinggi dan perubahan iklim. Oleh karena itu, BPBD Belitung Timur bersama pemerintah desa dan masyarakat terus berupaya memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana serupa. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berperan aktif dalam menjaga kebersihan saluran air serta mendukung program mitigasi bencana yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

BPBD Kabupaten Belitung Timur Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Water Rescue Bersama POS BASARNAS Belitung Timur
31 Oct 2025

BPBD Kabupaten Belitung Timur Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Water Rescue Bersama POS BASARNAS Belitung Timur

Manggar, 31 Oktober 2025 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Water Rescue bekerja sama dengan POS BASARNAS Belitung Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kedaruratan di perairan, terutama di wilayah pesisir Kabupaten Belitung Timur. Pelatihan ini diikuti oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Belitung Timur dan anggota POS BASARNAS Belitung Timur. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik penyelamatan di air, penggunaan peralatan water rescue, serta simulasi evakuasi korban tenggelam dengan memperhatikan keselamatan personel dan korban. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga sesi pelatihan, yang berlangsung di beberapa lokasi pantai di Kabupaten Belitung Timur, yaitu: 15–17 Oktober 2025 di Pantai Gusong Cina, Kecamatan Gantung, 22–24 Oktober 2025 di Pantai Punai, Kecamatan Simpang Pesak, dan 29–31 Oktober 2025 di Pantai Batu Pulas, Desa Cendil, Kecamatan Kelapa Kampit. Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali dengan berbagai materi penting terkait penyelamatan di air, di antaranya: Penggunaan Alat Navigasi GPS Marine – Materi ini difokuskan pada peningkatan kemampuan peserta dalam mengoperasikan alat navigasi laut untuk mendukung kegiatan pencarian dan penyelamatan di perairan. Penggunaan Motor Tempel (Mopel) pada Unit Rubber Boat – Materi ini melatih keterampilan teknis dalam pengoperasian motor tempel sebagai sarana utama mobilisasi tim penyelamat di perairan.. Penggunaan Tandu Spinal untuk Penyelamatan Korban di Laut – Materi ini memberikan pemahaman dan praktik penanganan korban yang mengalami cedera tulang belakang atau trauma di perairan. Kepala BPBD Kabupaten Belitung Timur, Robby Yanuar, S.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penanggulangan bencana. “Melalui pelatihan ini, kami berharap personel BPBD dan BASARNAS semakin siap dan sigap dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan. Sinergi antara BPBD dan BASARNAS sangat penting untuk memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya. Perwakilan dari POS BASARNAS Belitung Timur juga mengapresiasi kerja sama yang baik antara kedua lembaga dalam kegiatan ini. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan dan koordinasi di lapangan, khususnya dalam penanganan kedaruratan yang melibatkan unsur air dan pantai. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari peserta. BPBD Kabupaten Belitung Timur berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkala, sebagai bentuk nyata upaya mewujudkan masyarakat Belitung Timur yang tangguh terhadap bencana.

Empat Anak Tenggelam di Pantai Menara Belitung Timur, Arus Deras dan Gelombang Tinggi Jadi Pemicu
10 Oct 2025

Empat Anak Tenggelam di Pantai Menara Belitung Timur, Arus Deras dan Gelombang Tinggi Jadi Pemicu

Manggar, 3 Oktober 2025 – Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Belitung Timur bersama Basarnas, TNI/Polri, Satpol PP, Tagana, dan relawan masyarakat menuntaskan operasi pencarian terhadap korban tenggelam di Pantai Menara, Desa Baru, Kecamatan Manggar. Peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu sore, 28 September 2025, tersebut menyebabkan dua anak meninggal dunia, satu anak hilang dan satu anak selamat. Operasi SAR berlangsung selama enam hari dan resmi ditutup pada Jumat, 3 Oktober 2025. Kejadian bermula pada Minggu (28/9) sekitar pukul 17.00 WIB, empat anak perempuan warga Desa Baru diketahui bermain air di Pantai Menara. Tidak lama kemudian datang ombak besar disertai arus kuat yang menyeret keempatnya ke tengah laut. Warga yang berada di sekitar lokasi berusaha memberikan pertolongan dan berhasil mengevakuasi tiga anak, sementara satu tenggelam dan tidak diketahui keberadaannya. Dari tiga anak yang berhasil di evakuasi, dua anak dilarikan ke puskesmas manggar dan satu anak ke RSUD Manggar untuk mendapatkan bantuan medis, namun dua diantara tidak dapat tertolong lagi (meninggal dunia). Kejadian tersebut segera dilaporkan ke aparat desa dan BPBD Belitung Timur. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Basarnas Pos SAR Belitung, Polairud, TNI, dan unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian satu korban yang belum berhasil di evakuasi. Berdasarkan hasil pendataan tim di lapangan, identitas korban sebagai berikut: AR (15 tahun) – Selamat, sempat dirawat di Puskesmas Manggar. SH (9 tahun) – Meninggal dunia di Puskesmas Manggar. M (17 tahun) – Meninggal dunia di RSUD Manggar. ZA (11 tahun) – Hilang. Teknik dan tahapan operasi pencarian dimulai sejak Minggu sore (28/9) hingga Jumat (3/10) dengan melibatkan lebih dari 60 personel dari berbagai unsur. Tim SAR gabungan menerapkan metode pencarian di atas permukaan secara visual menggunakan pola Parallel Search Pattern dengan dibagi menjadi 3 SRU yaitu SRU I: Kapal Nelayan, SRU II: RIB 02 dan SRU III: Rubber Boat Basarnas dan Ruber Boat BPBD Beltim. adapun tahapan pencarian sebagai berikut: Hari 1 (28 September): Pencarian dilakukan di sekitar titik awal korban terlihat. Tim menyisir sepanjang garis pantai di Pesisir Pantai Menara dengan hasil nihil;    Hari 2 (29 September): Tim SAR Gabungan dan Tim BPBD melakukan Metode pencarian di atas permukaan dilakukan secara visual menggunakan pola Parallel Search Pattern dengan dibagi menjadi 3 SRU. Luas Area pencarian 5 Nm² dilanjutkan dengan melakukan penyisiran di Pesisir Pantai Menara dengan hasil nihil;     Hari 3 (30 September): Tim SAR Gabungan dan Tim BPBD melakukan Metode pencarian di atas permukaan dilakukan secara visual menggunakan pola Parallel Search Pattern dan melakukan pencarian di sekitar search area seluas 9 Nm², dilanjutkan dengan melakukan penyisiran di Pantai Burung Mandi dan mengarah ke Pulau Penanas dengan hasil nihil; Hari 4 (1 Oktober): Tim SAR Gabungan dan Tim BPBD melakukan Metode pencarian di atas permukaan dilakukan secara visual menggunakan pola Parallel Search Pattern dengan dibagi menjadi 2 SRU menggunakan 2 unit rubber Boat Basarnas dan Ruber Boat BPBD Beltim dengan Luas Area pencarian 9 Nm². Kemudian tim melanjutkan penyisiran di  area Pelabuhan ASDP Manggar  dilanjutkan dengan melakukan penyisiran ke arah Pantai Mudong menggunakan rubber boat 2 unit dan 1 RIB dengan hasil nihil;    Hari 5 (2 Oktober): Tim SAR Gabungan dan Tim BPBD melakukan Metode pencarian di atas permukaan dilakukan secara visual menggunakan pola Parallel Search Pattern dengan dibagi menjadi 3 SRU yaitu: SRU I: Kapal Nelayan (Luas Area pencarian 4 Nm²) , SRU II: RIB 02 (Luas Area pencarian 4 Nm²)  dan SRU III: Rubber Boat Basarnas dan Ruber Boat BPBD Beltim (Luas Area pencarian 3,5 Nm²) dan melakukan penyelaman di titik LKP dengan hasil tidak ditemukannya tanda keberadaan korban;    Hari 6 (3 Oktober): Tim SAR Gabungan dan Tim BPBD melakukan Metode pencarian di atas permukaan dilakukan secara visual menggunakan pola Parallel Search Pattern dengan dibagi menjadi 3 SRU. Tim SAR gabungan juga melakukan pencarian di sekitar search area seluas 12 Nm², dilanjutkan dengan melakukan penyisiran di Pesisir Pantai Menara dengan hasil nihil. Meski segala upaya maksimal telah dikerahkan, hingga hari keenam keberadaan korban belum berhasil ditemuan. Seteah berkoordinasi dengan kelurga korban, diusulkan operasi SAR dihentikan/ditutup pada Jumat sore, 3 Oktober 2025 dengan mempertimbangkan batas waktu pencarian sesuai prosedur dan tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban di area pencarian. selanjutnya akan dilakukan pemantauan dan jika ada informasi korban ditemukan maka operasi SAR akan dibuka kembali.  Kepala Pelaksana BPBD Belitung Timur menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Basarnas, TNI/Polri, instansi terkait, relawan, dan masyarakat pesisir yang aktif membantu sejak hari pertama. “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati beraktivitas di pantai, terutama saat kondisi gelombang tinggi dan arus kuat,” ujar Kepala BPBD Belitung Timur. BPBD Belitung Timur mengingatkan masyarakat agar: Tidak berenang di kawasan pantai yang tidak memiliki pengawasan petugas. Selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut. Mengawasi anak-anak saat beraktivitas di perairan terbuka. Segera melapor ke posko terdekat atau ke call center BPBD Belitung Timur (0878-6977-5023) bila terjadi keadaan darurat di wilayah pesisir.

Jembatan Aik Berangan Penghubung Manggar–Tanjungpandan Roboh Akibat Hujan Lebat
22 Sep 2025

Jembatan Aik Berangan Penghubung Manggar–Tanjungpandan Roboh Akibat Hujan Lebat

Manggar, 17 September 2025 — Sebuah jembatan vital yang menghubungkan Kecamatan Manggar dan Tanjungpandan, yakni Jembatan Aik Berangan yang terletak di Jalan H.AS Hanandjoeddin, Dusun Air Ruak, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang, roboh pada Rabu (17/9) akibat hujan lebat yang melanda wilayah Belitung Timur.   Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak siang hari. Derasnya aliran air menyebabkan pondasi jembatan terkikis hingga akhirnya struktur tidak mampu menahan beban dan roboh. Cuaca ekstrem yang terjadi telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam Surat Peringatan Dini Nomor e.T/ME.02.04/008/KB/IX/2025 tertanggal 11 September 2025, Deputi Bidang Meteorologi BMKG menyebutkan bahwa wilayah Kepulauan Bangka Belitung termasuk dalam daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada periode 15–18 September 2025.       Setelah menerima laporan melalui media sosial pada pukul 15.50 WIB, BPBD Kabupaten Belitung Timur segera menurunkan tim ke lokasi kejadian bersama unsur Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR. Langkah cepat diambil dengan melakukan: Pemasangan ramp door atau jembatan darurat sebagai akses sementara bagi kendaraan dan warga. Pemasangan ramdoor sepanjang 10 meter ini selesai pada tanggal 18 September 2025. hanya kendaraan dengan bobot maksimal 3 ton yang diizinkan melintas. Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan mencegah kerusakan pada ramdoor. Rekayasa lalu lintas melalui jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan. Pemetaan wilayah rawan serta pengecekan struktur jembatan lain di sekitar lokasi.     Robohnya Jembatan Aik Berangan menyebabkan lumpuhnya akses transportasi antara Manggar dan Tanjungpandan. Jalur ini merupakan salah satu poros utama mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta akses menuju layanan kesehatan dan pendidikan. Meski belum ada pernyataan resmi mengenai total kerugian materi, namun kerusakan mencakup sekitar 6 meter struktur jembatan yang amblas dan terputus total. Beberapa kendaraan sempat tertahan karena tidak dapat melintas, dan warga harus mencari jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama. Menurut Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Susan Novelia, solusi permanen berupa pembangunan ulang jembatan akan dilakukan tahun depan. “Penanganan darurat pemasangan ramp door sudah dilakukan agar warga bisa kembali melintas sementara. Pembangunan jembatan permanen akan dimulai tahun 2026 setelah semua kajian teknis dan anggaran selesai,” ujar Susan. Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam percepatan penanganan. “Kami menyadari dampak besar dari robohnya jembatan ini terhadap masyarakat. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan BPJN, BPBD, dan Dinas PUPR agar proses perbaikan darurat dan permanen berjalan cepat dan aman,” ungkap Bupati. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan, terutama mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut. Pemerintah terus berupaya memberikan solusi cepat agar dampak kerusakan tidak meluas dan aktivitas masyarakat bisa segera pulih.