Empat Anak Tenggelam di Pantai Menara Belitung Timur, Arus Deras dan Gelombang Tinggi Jadi Pemicu

Empat Anak Tenggelam di Pantai Menara Belitung Timur, Arus Deras dan Gelombang Tinggi Jadi Pemicu

10 October 2025

Manggar, 3 Oktober 2025 – Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Belitung Timur bersama Basarnas, TNI/Polri, Satpol PP, Tagana, dan relawan masyarakat menuntaskan operasi pencarian terhadap korban tenggelam di Pantai Menara, Desa Baru, Kecamatan Manggar. Peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu sore, 28 September 2025, tersebut menyebabkan dua anak meninggal dunia, satu anak hilang dan satu anak selamat. Operasi SAR berlangsung selama enam hari dan resmi ditutup pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Kejadian bermula pada Minggu (28/9) sekitar pukul 17.00 WIB, empat anak perempuan warga Desa Baru diketahui bermain air di Pantai Menara. Tidak lama kemudian datang ombak besar disertai arus kuat yang menyeret keempatnya ke tengah laut. Warga yang berada di sekitar lokasi berusaha memberikan pertolongan dan berhasil mengevakuasi tiga anak, sementara satu tenggelam dan tidak diketahui keberadaannya. Dari tiga anak yang berhasil di evakuasi, dua anak dilarikan ke puskesmas manggar dan satu anak ke RSUD Manggar untuk mendapatkan bantuan medis, namun dua diantara tidak dapat tertolong lagi (meninggal dunia).

Kejadian tersebut segera dilaporkan ke aparat desa dan BPBD Belitung Timur. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Basarnas Pos SAR Belitung, Polairud, TNI, dan unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian satu korban yang belum berhasil di evakuasi.

Berdasarkan hasil pendataan tim di lapangan, identitas korban sebagai berikut:

  1. AR (15 tahun) – Selamat, sempat dirawat di Puskesmas Manggar.
  2. SH (9 tahun) – Meninggal dunia di Puskesmas Manggar.
  3. M (17 tahun) – Meninggal dunia di RSUD Manggar.
  4. ZA (11 tahun) – Hilang.

Teknik dan tahapan operasi pencarian dimulai sejak Minggu sore (28/9) hingga Jumat (3/10) dengan melibatkan lebih dari 60 personel dari berbagai unsur. Tim SAR gabungan menerapkan metode pencarian di atas permukaan secara visual menggunakan pola Parallel Search Pattern dengan dibagi menjadi 3 SRU yaitu SRU I: Kapal Nelayan, SRU II: RIB 02 dan SRU III: Rubber Boat Basarnas dan Ruber Boat BPBD Beltim. adapun tahapan pencarian sebagai berikut:

  1. Hari 1 (28 September):

Pencarian dilakukan di sekitar titik awal korban terlihat. Tim menyisir sepanjang garis pantai di Pesisir Pantai Menara dengan hasil nihil;

  

  1. Hari 2 (29 September):

Tim SAR Gabungan dan Tim BPBD melakukan Metode pencarian di atas permukaan dilakukan secara visual menggunakan pola Parallel Search Pattern dengan dibagi menjadi 3 SRU. Luas Area pencarian 5 Nm² dilanjutkan dengan melakukan penyisiran di Pesisir Pantai Menara dengan hasil nihil;

   

  1. Hari 3 (30 September):

Tim SAR Gabungan dan Tim BPBD melakukan Metode pencarian di atas permukaan dilakukan secara visual menggunakan pola Parallel Search Pattern dan melakukan pencarian di sekitar search area seluas 9 Nm², dilanjutkan dengan melakukan penyisiran di Pantai Burung Mandi dan mengarah ke Pulau Penanas dengan hasil nihil;

  1. Hari 4 (1 Oktober):

Tim SAR Gabungan dan Tim BPBD melakukan Metode pencarian di atas permukaan dilakukan secara visual menggunakan pola Parallel Search Pattern dengan dibagi menjadi 2 SRU menggunakan 2 unit rubber Boat Basarnas dan Ruber Boat BPBD Beltim dengan Luas Area pencarian 9 Nm². Kemudian tim melanjutkan penyisiran di  area Pelabuhan ASDP Manggar  dilanjutkan dengan melakukan penyisiran ke arah Pantai Mudong menggunakan rubber boat 2 unit dan 1 RIB dengan hasil nihil;

  

  1. Hari 5 (2 Oktober):

Tim SAR Gabungan dan Tim BPBD melakukan Metode pencarian di atas permukaan dilakukan secara visual menggunakan pola Parallel Search Pattern dengan dibagi menjadi 3 SRU yaitu: SRU I: Kapal Nelayan (Luas Area pencarian 4 Nm²) , SRU II: RIB 02 (Luas Area pencarian 4 Nm²)  dan SRU III: Rubber Boat Basarnas dan Ruber Boat BPBD Beltim (Luas Area pencarian 3,5 Nm²) dan melakukan penyelaman di titik LKP dengan hasil tidak ditemukannya tanda keberadaan korban;

  

  1. Hari 6 (3 Oktober):

Tim SAR Gabungan dan Tim BPBD melakukan Metode pencarian di atas permukaan dilakukan secara visual menggunakan pola Parallel Search Pattern dengan dibagi menjadi 3 SRU. Tim SAR gabungan juga melakukan pencarian di sekitar search area seluas 12 Nm², dilanjutkan dengan melakukan penyisiran di Pesisir Pantai Menara dengan hasil nihil.

Meski segala upaya maksimal telah dikerahkan, hingga hari keenam keberadaan korban belum berhasil ditemuan. Seteah berkoordinasi dengan kelurga korban, diusulkan operasi SAR dihentikan/ditutup pada Jumat sore, 3 Oktober 2025 dengan mempertimbangkan batas waktu pencarian sesuai prosedur dan tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban di area pencarian. selanjutnya akan dilakukan pemantauan dan jika ada informasi korban ditemukan maka operasi SAR akan dibuka kembali. 

Kepala Pelaksana BPBD Belitung Timur menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Basarnas, TNI/Polri, instansi terkait, relawan, dan masyarakat pesisir yang aktif membantu sejak hari pertama.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati beraktivitas di pantai, terutama saat kondisi gelombang tinggi dan arus kuat,” ujar Kepala BPBD Belitung Timur.

BPBD Belitung Timur mengingatkan masyarakat agar:

  1. Tidak berenang di kawasan pantai yang tidak memiliki pengawasan petugas.
  2. Selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut.
  3. Mengawasi anak-anak saat beraktivitas di perairan terbuka.
  4. Segera melapor ke posko terdekat atau ke call center BPBD Belitung Timur (0878-6977-5023) bila terjadi keadaan darurat di wilayah pesisir.