Siswa-Siswi SMAN 1 Manggar Pelajari Mitigasi Bencana dari Garda Terdepan di BPBD Belitung Timur
20 May 2025

Siswa-Siswi SMAN 1 Manggar Pelajari Mitigasi Bencana dari Garda Terdepan di BPBD Belitung Timur

MANGGAR, BPBD Beltim – Antusiasme terpancar dari wajah siswa-siswi SMA Negeri 1 Manggar saat mengikuti kegiatan belajar di luar kelas (outing class) mata pelajaran Geografi yang berfokus pada materi mitigasi bencana di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan edukatif yang berlangsung pada Senin, 19 Mei 2025 ini bertujuan membekali para pelajar dengan pengetahuan dan pemahaman mendalam tentang upaya-upaya pencegahan dan penanganan bencana yang relevan dengan kondisi geografis wilayah Belitung Timur. Rombongan siswa dan guru disambut langsung oleh tim siaga dari BPBD Belitung Timur. Dalam suasana yang interaktif, para siswa mendapatkan pemaparan detail mengenai potensi bencana yang ada di Belitung Timur, seperti banjir rob, angin kencang, hingga kebakaran hutan dan lahan. Materi yang disampaikan mencakup identifikasi risiko bencana, langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh individu dan masyarakat, serta prosedur evakuasi yang benar saat terjadi situasi darurat.     Para siswa tidak hanya menyimak penjelasan, namun juga berkesempatan melihat secara langsung peralatan penunjang kebencanaan yang dimiliki BPBD, termasuk perahu karet, alat komunikasi darurat, dan perlengkapan pertolongan pertama. Sesi tanya jawab yang aktif memungkinkan siswa untuk menggali informasi lebih dalam dari para petugas BPBD yang memiliki pengalaman langsung dalam menangani berbagai kejadian bencana di wilayah Belitung Timur.    Seorang peserta outing class, mengungkapkan, "Saya jadi lebih mengerti kenapa kita harus waspada terhadap banjir rob di daerah pesisir seperti Manggar ini. Tadi juga diajari cara menggunakan life jacket dengan benar, itu penting sekali." Jamilah Rachmaningsih, S.Pd M.Si, guru Geografi pendamping, menambahkan, "Kegiatan ini sangat membantu siswa memahami materi mitigasi bencana secara nyata. Mereka bisa menghubungkan teori di kelas dengan kondisi riil dan upaya yang dilakukan BPBD di lapangan. Ini pengalaman belajar yang sangat berharga." Plt Kepala BPBD Kabupaten Belitung Timur, Helmi Takbirullah Akbar, S.Si, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif sekolah dalam meningkatkan kesadaran kebencanaan di kalangan pelajar. Beliau berharap, melalui kegiatan seperti ini, generasi muda Belitung Timur dapat menjadi agen perubahan yang lebih siap dan tanggap dalam menghadapi potensi bencana di wilayah mereka. "Kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana. Kami senang bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para siswa ini," ujarnya. Outing class ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini di kalangan siswa-siswi Manggar dan sekitarnya, sehingga mereka dapat berkontribusi dalam menciptakan komunitas yang lebih aman dan resilien terhadap berbagai ancaman bencana.

Pelatihan Tanggap Bencana Skala Lokal Desa Renggiang
08 May 2025

Pelatihan Tanggap Bencana Skala Lokal Desa Renggiang

Renggiang. BPBD Beltim – Untuk meningkatkan peran dalam menghadapi kebencanaan BPBD Kabupaten Belitung Timur menggelar Pelatihan Tanggap Bencana Skala Lokal Desa bertempat di Desa Renggiang, Kecamatan Simpang Renggiang, Selasa (6/5/2023). Pelatihan Tanggap Bencana Skala Lokal Desa ini diikuti oleh Perangkat Desa, Kadus, Ketua RT, Linmas dan PKK. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Desa Renggiang Yudi Purwanto didampingi Analis Kebencanaan, Edy Saputra, S.IP., Feredy, S.T dari BPBD Kabupaten Belitung Timur. Pelatihan Tanggap Bencana Skala Lokal Desa ini merupakan program Desa Rengiang dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Desa Renggiang memiliki potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan yang dapat merusak atau mengancam kehidupan, harta benda, maupun  lingkungan desa. Masyarakat Desa Renggiang dituntut untuk tanggap dalam menangani dan mengatasi terjadinya bencana berskala lokal desa. Para peserta pelatihan diberikan materi tentang Kebencanaan, APAR, dan SOP Jalur Evakuasi. Selain pemberian materi pengetahuan, para peserta juga diberikan simulasi pemadaman api menggunakan APAR maupun alat pemadam lainnya, mulai dari cara menghidupkan mesin sampai dengan cara menggunakannya. Karena jika terjadi musibah kebakaran, Tim/Satgas Tanggap Darurat Bencana Desa dapat bergerak cepat untuk kelokasi karena posisinya berada didesa, untuk itulah keberadaan Tim/Satgas Tanggap Darurat Bencana Desa ini sangat membantu BPBD Kab. Belitung Timur untuk pemadaman Karhutla. Dalam penutupan kegiatan ini, Kepala Desa Renggiang Siskori Aries Nugraha menyampaikan Pelatihan Tanggap Bencana Skala Lokal Desa ini sangatlah penting dan bermanfaat. Dimana tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran serta kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana yang akan timbul di Desa Renggiang, Membentuk Tim/Satgas Tanggap Darurat Bencana yang handal dan profesional dan membentuk desa yang siap menghadapi bencana. Dengan adanya pelatihan dan simulasi ini Siskori Aries Nugraha mengharapkan dapat menambah pengetahuan, wawasan dan kapasitas mereka tentang kebencanaan. “Serta akan menambah kemampuan dalam merespon bencana berskala lokal desa,” pungkasnya.

Tingkatkan mitigasi bencana di dunia pendidikan,  BPBD adakan KIE di SDN 15 dan 16 Manggar
08 May 2025

Tingkatkan mitigasi bencana di dunia pendidikan, BPBD adakan KIE di SDN 15 dan 16 Manggar

Manggar, BPBD Beltim – BPBD Kabupaten Belitung Timur Melakukan Kegiatan sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi Rawan Bencana (KIE) di 2 sekolah yaitu SDN 15 Manggar dan SDN 16 Manggar (April, 2025). Adapun Tujuan dari KIE Rawan bencana pada satuan pendidikan adalah (1) Memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis bencana yang rawan terjadi di lingkungan sekolah, (2) Memberikan pengetahuan dan kemampuan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan agar dapat bereaksi dengan cepat dan tepat saat terjadi bencana, (3) Mengurangi risiko bencana dengan melakukan tindakan pencegahan yang efektif  Materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut berbeda antar sekolah. Hal ini didasarkan dari kajian Hazard atau bahaya bencana sesuai lokasi dari satuan pendidikan tersebut. Seperti di SDN 15 manggar, yang mana lokasi sekolah dekat dengan DAS sungai manggar dan muara laut serta lokasi yang berada di cekungan sehingga hazard yang dimiliki adalah banjir rob/genangan. Berbeda dengan SDN 16 Manggar yang memiliki potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan serta banjir genangan.   Selain materi yang diberikan berbeda antar sekolah, tiap jenjang kelas juga berbeda materi yang diberikan. Untuk peserta didik kelas bawah, yaitu kelas 1-3 diberikan materi / pengetahuan kebencanaan terkait hazad yang dimiliki sekolah, sedangkan kelas atas, yaitu kelas 4-6, diberikan simulasi prosedur evakuasi mandiri yang benar saat terjadi bencana, mulai dari mendengar bunyi sirine tanda bahaya hingga berkumpul di titik aman yang telah ditentukan.  Simulasi ini memberikan pengalaman langsung kepada para peserta sehingga diharapkan dapat meningkatkan refleks dan kesiapan mereka dalam menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.   Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah, baik siswa maupun tenaga pendidik, dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam menghadapi bencana, serta memiliki kesiapsiagaan yang tinggi untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar.

Penyerahan Bantuan Kepada Korban Angin Puting Beliung di Desa Selingsing dan Gantung
21 Mar 2025

Penyerahan Bantuan Kepada Korban Angin Puting Beliung di Desa Selingsing dan Gantung

Gantung, BPBD Beltim – Dalam rangka meringankan beban korban bencana angin puting beliung yang menimpa warga di Dusun Ganse Desa Selingsing dan warga Perumahan Suku Sawang Desa Gantung, sejumlah perusahaan di wilayah Beltim melalui program CSR memberi bantuan bagi korban bencana. Bantuan yang diberikan berupa bahan material penutup atap seperti Seng, Spandek, Baja Ringan, Reng Baja Ringan, Paku, Paku Spandek, Paku baja ringan. Bantuan diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Belitung Timur yang kemudian didistribusikan kembali kepada korban bencana. Bantuan material tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Beltim Kamarudin Muten didampingi Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar kepada tiga orang perwakilan warga yang rumahnya terdampak bencana angin puting beliung pada hari Rabu (12/3/2025) bertempat di Posko Penanggulangan Bencana Dusun Ganse Desa Selingsing. PT. Berkah Akuakultur Bahari (BAB), pada hari Rabu (12/3/2025) memberi bantuan berupa Spandek Uk. 4m : 56 keping, Canal Baja Ringan : 60 batang, Reng Baja Ringan : 60 batang, dan Sekrup : 12 kotak. Perwakilan PT. Timah juga memberikan bantuan berupa Seng: 200 keping, Spandek Uk. 3m : 30 keping. PT. Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) juga ikut serta memberikan bantuan pada hari Jum’at tanggal 14 Maret 2025 berupa Seng : 150keping, Paku seng : 5kg. PT. AKP memberikan bantuan berupa Seng sebanyak 35 keping pada hari Sabtu, tanggal 15 Maret 2025. Serta PT. HSBS memberi bantuan100 keping seng. Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kab. Beltim, Helmi.T.Akbar, S.Si mengucapkan rasa syukur dan berterimakasih kepada sejumlah perusahaan yang telah melaksanakan program CSR-nya dengan memberi bantuan material melalui BPBD dan alhamdulillah pendistribusian bantuan material berjalan aman dan lancar.

Sosialisasi KIE Bagi Pelajar di SMPN 1 Kelapa Kampit
21 Mar 2025

Sosialisasi KIE Bagi Pelajar di SMPN 1 Kelapa Kampit

Kelapa Kampit, BPBD Beltim – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur kembali mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai kebencanaan di lingkungan pendidikan. Giat Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun 2025 ini diadakan di SMPN 1 Kelapa Kampit pada hari jum’at (7/3) lalu yang diikuti oleh sekitar 200 siswa siswi. Plt. Kepala Pelaksana BPBD Belitung Timur melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Helmi.T.Akbar, S.Si. mengungkapkan, KIE Rawan Bencana merupakan program peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran Siswa-siswi di Sekolah dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana. “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan kepada peserta didik agar dapat bereaksi dengan cepat dan tepat saat terjadi bencana” ujarnya. Helmi menambahkan melalui kegiatan ini diharapkan peserta dapat memahami dan meningkatkan kemampuan tanggap darurat bencana di sekolah dalam menanggulangi dan mengurangi risiko bencana, sehingga mampu memberikan perlindungan dan keselamatan pada siswa-siswi dan lingkungan sekitar. “Tidak kurang, peserta juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan bencana, serta dapat menyebarluaskan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat lainnya” terangnya usai melaksanakan kegiatan tersebut. KIE Rawan Bencana ini direncanakan masih akan dilanjutkan di beberapa lembaga pendidikan di wilayah Kabupaten Belitung Timur. “Karena ini menjadi agenda tahunan, pastinya kedepan kami akan mengunjungi sekolah lainnya untuk sosialisasi terkait kebencanaan ini,” tandasnya.