12 November 2025
Manggar, 10 November 2025 - Kawasan minapolitan di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur kembali dilanda banjir rob pada Senin (10/11/2025). Fenomena pasang laut tinggi yang terjadi sejak siang hari menyebabkan genangan air di sejumlah titik pemukiman warga, terutama di Desa Kurnia Jaya dan sekitarnya. Air dengan ketinggian mencapai sekitar 60 sentimeter merendam rumah-rumah penduduk serta jalan lingkungan di kawasan pesisir tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur, terdapat empat titik utama yang terdampak. Di Jalan Sulawesi, Dusun Arab I, sebanyak 17 rumah dengan 26 kepala keluarga mengalami genangan. Di belakang SD Negeri 15 Manggar, Dusun Kurnia, terdapat 10 rumah dengan 10 kepala keluarga terdampak. Sementara di kawasan minapolitan sendiri, sebanyak 18 kepala keluarga terdampak, dan di Dusun Assalam terdapat 7 kepala keluarga yang rumahnya terendam air pasang. Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung Timur menjelaskan bahwa tim reaksi cepat (TRC) telah dikerahkan sejak pagi hari untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan, pendataan rumah terdampak, serta memberikan imbauan kepada warga di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi rob susulan. Menurutnya, banjir rob kali ini merupakan kombinasi antara tingginya pasang air laut dan curah hujan yang cukup intens dalam beberapa hari terakhir.
“Banjir rob ini terjadi akibat pasang laut tinggi yang bertepatan dengan kondisi cuaca hujan. Kami mengimbau masyarakat di wilayah pesisir agar tetap waspada, terutama pada saat air mulai naik di siang hingga sore hari. Tim BPBD terus bersiaga dan memantau kondisi di lapangan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Beltim.
Sejumlah warga di kawasan minapolitan menyebutkan bahwa kejadian ini bukan hal baru. Mereka sudah terbiasa menghadapi genangan setiap tahun saat musim pasang tinggi tiba. Namun demikian, warga berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan solusi yang lebih permanen untuk mengatasi masalah ini, seperti pembangunan tanggul pantai dan perbaikan drainase lingkungan.
“Sudah biasa setiap tahun air masuk, tapi kalau pas hujan deras bersamaan, air cepat naik dan lama surutnya. Kami harap ada tanggul atau perbaikan saluran air,” ungkap seorang warga Dusun Kurnia Jaya.
BPBD Belitung Timur mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir agar selalu siaga terhadap perubahan kondisi cuaca dan pasang air laut. Warga diminta untuk mengamankan barang-barang berharga ke tempat lebih tinggi, menghindari aktivitas di tepi pantai saat kondisi pasang maksimum, serta segera melaporkan jika terjadi kenaikan air secara tiba-tiba kepada perangkat desa atau posko BPBD setempat.
Selain langkah darurat, BPBD juga berencana memperkuat upaya mitigasi jangka panjang, termasuk peninggian tanggul pantai, pemasangan sistem pompa air, serta revitalisasi drainase di kawasan minapolitan. Fenomena banjir rob di wilayah pesisir Manggar menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih sangat rentan terhadap dampak pasang tinggi dan perubahan iklim.
Oleh karena itu, BPBD Belitung Timur bersama pemerintah desa dan masyarakat terus berupaya memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana serupa. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berperan aktif dalam menjaga kebersihan saluran air serta mendukung program mitigasi bencana yang dilaksanakan secara berkelanjutan.